Kamis, 06 November 2014

CARA DAN LANGKAH LANGKAH PENYABLONAN MANUAL.. (by Bagas)

http://konveksiindonesia99.files.wordpress.com/2012/10/sablon-kaos-separasi1.jpg  https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimTFhyFYIYKVqjcOEe0l6Eo4stIWHJJdNR-giX50oP5ljQBqBas0NIW1OhDZAZWLNpiYpC0-TqPf-zwAbPDKOiAzrEz6MNS6WSHrJXFpev-CAIqtwWb2XWFQw3km5dAOfpZI6zA-im0T89/s1600/KAOSdtgA3-2.jpg  https://asmaraadi39.files.wordpress.com/2013/06/dsc00811_001.jpg  https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZWtbpT0HuGNlEjW2qP4IJggkGaU8I1pKP5wPDyGLw8xeACP4bK2niHgsL4yYuqUGb5fvsmclYXdi0OL1_ChiCsugvyXJYgyqznTXcuEeZJrK4zxEn2_N5p9i-otaBxt9V3UXbSj8vyv2Q/s1600/sablon+kaos+polos+satuan+surabaya.jpg  



1. ALAT-ALAT DAN BAHAN BAHAN PELENGKAP
    YANG DIBUTUHKAN DALAM PROSES PENYABLONAN

A. Alat-alat dan kelengkapannya.
1. Meja Cetak
      Meja cetak merupakan salah satu alat utama dalam proses penyablonan, meja cetak harus dibuat dari bahan kayu yang berkualitas baik. tudak mudah berubah dan kuat, tentang ukuran meja cetak, tergantung pada kebutuhan, jika meja cetak itu hanya untuk mencetak benda-benda yang kecil, seperti bungkus kopi, bungkus kacang atau undangan yang kecil, maka mejanyapun cukup yang kecil. Tetapi kalu meja cetak itu digunakan untuk mencetak benda-benda yang besar, maka ukurannyapun harus besar. Untuk memperoleh gambaran ukuran meja cetak kita dapat membandingkan dengan ukuran bingkai screen yang akan dipergunakan

2. Bingkai/Screen
    Dalam proses penyablonan peranan /bingkai sangat dominan sekali karena di bingkai itulah diletakan kain gasa/monil yang berisi gambar yang akan dicetak, gabungan antara bingkai dan kain gasa/monil (screen) itu disebut juga klise sablon.
untuk memperoleh hasil penyablonan yang baik, maka bingkai itu haruslah maka bingkai tersebut haruslah terbuat dari  bahan yang baik.
contoh ukuran bingkai/screen
        30cm  x 40 cm
3. Penyaput/Rakel
Penyaput adalah alat khusus dibuat untuk meratakan cat atau tinta di bidangan, sehingga gambar yang ada di bidangan dapat dipindahkan ke bahan yang akan disablon. Dalam istilah penyablonan, penyaput disebut juga RAKEL.
Ini merupakan penyaput yang terbuat dari kayu ditambah karet sintetik. karet sintetik ini memang sengaja dibuat khusus, sehingga mampu bertahan terhadap gesekan-gesekan dan larutan minyak, sedangkan kekuatannya biasanya 5 bulan bisa dipakai non-stop, untuk mendapatkan hasil yang memuaskan maka ujung karet penyaput harus selalu dijaga karataan dan kelurusannya, apabila karetnya tidak rata maka hasil sablonnyapun tidak rata
Perlu diingat bahwa alat penyaput/rakel ini harus senantiasa dijaga kebersihannya, setiap kali selesai digunakan harus dibersihkan dari tinta sampai benar-benar bersih hal ini untuk menjaga agar awet dan dalam penggunaan selanjutnya tidak mempengaruhi warna tinta apabila warna tintanya lain dari sebelumnya.

B. Bahan Pelengkap.
Sesuai dengan kegunaannya, ada tiga jenis obat yang digunakan dalam usaha cetak sablon
1. Obat afdruk
2. Obat penghapus
3. Obat penguat

Untuk memperoleh hasil yang baik dan sempurna, kita harus mengetahui cara penggunaan dari masing-masing obat tersebut.
1. Obat afdruk.
Fungsi obat ini adalah untuk menjadikan kain gasa yang bersifat peka cahaya dengan bantuan cahaya matahari atau lampu pijar. tujuannya adalah memungkinkan pemindahan gambar desain dari film ke kain gasa tersebut.
Karena obat-obatan pengafdruk itu peka cahaya, maka dalam penggunaannya haruslah dilakukan di dalam ruang gelap. salah satu jenis obat afdruk yaitu “DEIMA” Obat ini terdiri dari dua macam lalu dicampur dengan perbandaingan satu sendok makan dengan 3/4 tetes larutan tyang berwarna kemerahan.
2. Obat penghapus
Yang dimaksud dengan obat penghapus disini adalah obat-obat yang dipakai untuk menghapus/membersihkan bekas-bekas gambar dari kain gasa, supaya bisa dipakai untuk menggambar yang lainnya.
Dalam penghapusan gambar lama, hendaklah dilakukan dengan sebaik-baiknya dan sebersih-bersihnya, sebab jika penghapusan itu kurang sempurna
 akibatnya :
- Daya rekat gambar menjadi buruk
- Kekuatan gambar pada kain gasa tidak tahan lama, cepat rusak
- Daerah gambar menjadi buntu/mampet
Untuk menghapus/membersihkan bekas-bekas pada kain gasa tersebut, dipakai obat-obatan penghapus sebagai berikut :
-  Soda api
-  Bayklin

3. Obat penguat

Obat penguat disebut  juga sebagai obat pelindung yang berfungsi memperkuat klise gambar yang telah diafdruk. Obat penguat ini biasanya digunakan untuk mencetak plastik atau kain untuk jumlah yang banyak jadi apabila hanya mencetak dalam jumlah sedikit obat ini tidak perlu digunakan.

5. Tinta/Cat Sablon

Dalam proses penyablonan tak terlepas dari penggunaan cat. penggunaan cat yang sesuai akan memberikan hasil yang memuaskan, sebaliknya bila penggunaan tinta/cat sablon yang tidak cocok maka hasilnyapun akan kurang baik.

1. Tinta/cat sablon untuk kertas
Kertas banyak macamnya, tergantung jenis dan kualitasnya, antaralain:
- Kertas HVS
- Kertas Koran
- Kertas Karton
- Kertas Kundsdruk
- dll
ini dapat menggunakan tinta khusus kertas contohnya tinta merk Cylon dan tinta ini dapat diencerkan dengan reducer yaitu M3 untuk pencampuannya disesuaikan dengan jenis kertasnya.

2. Tinta/cat sablon untuk plastik
Tinta untuk plastik pada dasarnya dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
- Jenis PE (Poly-Ethylene)
Tanda-tandanya : warna agak kusam, dan kalau dipegang terasa lemas.
- Jenis PP (Poly-Propphylene)
Tanda-tandanya : warna agak terang, dan kalau dipegang agak kaku dan berkresek, daya tahannya lebih kuat daripada plastik PE.

Tinta yang biasanya dipakai untuk menyablon plastik adalah tinta khusus plastik, yaitu FINE INK.
Cara pemakaian fine ink ini adalahdengan dicampur minyak tanah dengan perbandingan :
            Fine ink : Minyak Tanah = 1 : 0.5
Selain dengan minyak tanah juga dapat dengan M4/Terpin, dengan M4/terpin ini akan mendapatkan hasil yang lebih cepat kering dibandingkan dengan minyak tanah.

3. Tinta/cat sablon untuk kain
a. Pasta medium
Pasta medium umumnya digunakan untuk bahan warna muda untuk kaos sapanduk.
b. Raber White
Cat sablon kain ini digunakan pada kain yang berwarna gelap/tua
c. GL Netral
e  Pigmen/Pewarna
pigmen/pewarna ini digunakan untuk memberikan warna sesuai kebutuhan karena semua tinta/ cat sablon kain masih berwarna putih





2. PROSES PENYABLONAN


A. Membuat film/pola gambar
Klise/pola gambar dibutuhkan untuk membuat gambar dibdangan/screen dalam pembuatan film/pola gambar kita dapat menggunakan kertas kalkir atau kertas HVS dan film/pola gambar itu sesuai selera diri sendiri atau sesuai pesanan. tapi dijaman modern seperti sekarang ini pembuatan jarang yang menggambar pola atau membuat film dengan guratan tangan kebanyakan sudah memakai komputer untuk membuat film/pola gambar kalau kita belum mempunyai komputer maka jalan lain untuk mendapatkan film/pola gambar dengan cara memesan pada orang lain (tempat seting)

B. Mengafdruk
Yang dimaksud mengafdruk disini adalah memindahkan gambar yang ada di film/pola gambar ke kain gasa/screen.
berikut alat-alat dan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam proses pengafdrukan :
- Mangkok dan sendok
- Mika/penggaris
- Film
- Kaca bening
- Busa
- Papan
- Air
- Semprotan
- Screen
- Hairdrayer

Proses Pengafdrukan
1. Buatlah campuran obat afdruk (deima) didalam mangkok.
2. Saputkan obat afdruk diatas screen setelah rata lalu keringkan dengan hairdryer  atau dengan dipanggang diatas kompor Gas/Minyak dengan jarak antara screen dan api ± 25 cm
3. Setelah kering maka dimulailah proses pengafdrukan, mika film yang berisi gambar diletakan diatas screen dengan posisi film terbalik. atasnya diberi  kaca bening 5 cm, jadi posisi film antara screen dan kaca
3. Kemudian letakan busa sebagai bantalan alas dari bagian dalam dan ditambah papan.
5. buatlah keseimbangan tekanan antara kaca dengan bantalan pengalas
6. sampai disini semua pekerjaan dilakukan didalam ruang tertutup jangan terkena sinar matahari langsung. selanjutnya bawalah bidangan yang sudah di jepit tadi keluar ruangan lalu ditayangkan pada sinar matahari

     PERHATIAN
Lama penyinaran tergantung dari cuaca pada saat mengfdruk.
- Untuk cuaca yang cukup terik, maka lama penyinaran antara 0.5 menit sampai 1 menit.
- Untuk cuaca berawan antara 2 menit.

Lama penyinaran ini mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap hasil afdrukan, Jika penyinarannya terlalu lama maka obat akan terlalu keras sehingga hasil gambar yang diperoleh buntu/sukar tembus, dan jika penyinarannya kurang maka gambar yang dihasilkan mudah rontok, maka jelaslah , bahwa tempo penyinaran itu harus disesuaikan dengan cuaca untuk memperoleh hasil yang sempurna. selain dengan cahaya matahari dapat pula dilakukan pengafdrukan dengan lampu pijar
7. Bidangan/scrreen yang sudah selesai disinari tadi, lalu dibawa masuk kembali kedalam ruangan kemudian lepaskan film dan busanya.
8. kemudian siram dengan air dan cucilah berulang kali dan apabila ada yang tidak jelas atau mampet maka semprotlah dengan semprotan air
9. Setelah bersih lalu dijemur dibawah sinar matahari ini berfungsi untuk mengeringkan screen sekaligus menguatkan hasil afdrukan
10. proses penyempurnaan, yang dimaksud proses penyempurnaan ini adalah jika ada kebocoran maka harus ditutup dengan obat afdruk setelah selesai maka bidangan/screen siap untuk mencetak/menyablon

C. Menyaput
Sebelum pencetakan dimulai, persipkan lebih dahulu segala keperluan yang ada kaitannya dengan pekerjaan pencetakan tersebut yaitu :
- Tinta/cat/pasta disesuaikan dengan sasaran cetak
- Bahan-bahan pelarut untuk tinta/cat/pasta diatas, gunanya ialah apabila terjadi kemampatan pada gambar tersebut.
- Cello tape, sebagai persiapan apabila dalam proses penyablonan terjadi kebocoran.
- Kain pembersih, untuk membersihkan bekas bekas penyablonan, pilihlah kain yang halus.
- Talk untuk membersihkan mengeringkan tangan dari tinta  sablon
- Kertas bekas untuk percobaan
- Bidangan dan rakel
- Bahan-bahan yang akan disablon

Setelah itu semua siap barulah langkah selanjutnya yang dikerjakan yaitu memasang bidangan diatas meja penyaputan(Meja Pengecapan)

Cara memasang bidangan/screen  di meja cetak
a. Bidangan/screen dijepitkan dengan engsel(catok) yang ada dipermukaan meja
b. Cara pemasangan bidangan/screen tadi harus disesuaikan dengan benda yanga akan dicetak

Setelah selesai mengatur persiapan dan pemasangan bidangan/screen, selanjutnya melakukan penyaputan yang baik agar hasil cetak bagus.

Teknik Penyaputan

a. Tuangkan tinta yang sudah siap dipakai ke bidangan/screen jaga jangan samapai mengenai gambarnya.
b. Kemudian turunkan bidangan/scren yang sudah ada catnya merapat ke meja.
c. Caputkan tinta yang ada di bidangan/screen itu dari atas kebawah dengan menggunakan penyaput khusus yang disebut rakel
d. Kemudian bersamaan dengan diangkatnya bidangan/screen ke atas, saputkan cat yang ada dibawah ke atas, agar gambar yang ada pada permukaan kain gasa itu tidak buntu
e. setelah itu taburkan talk pada gambar yang melekat dimeja. usaplah beberapa kali agar kering
f.  buatlah batas untuk benda yang akan disablon Kalo kurang terang lampu yang ada di bawah meja nyalakan.
g. Apabila pekerjaan penyablonan itu ditunda sebentar untuk istirahat, maka gambar yang ada dibidangan itu harus dibersihkan dengan M3
h. Setelah penyablonan selesai bidangan/screen dibersihkan dari tinta sisa penyablonan, yaitu dengan M3 dicampur dengan sabun dan di lanjutkan disram dengan air

CATATAN :
Yang perlu diingat dalam cara menyaput ini adalah cara memegang alat penyaput(rakel) dan caramenekan dan mendorongnya, sebab baik tidaknya hasil sablonan ditentukan dari cara memegang dan menekan rakel.

Cara mendorong rakel dari satu ujung screen ke ujung lainnya hendaklah dengan tekanan yang mantap dan stabil dan tidak boleh dihentikan ditengah-tengah screen, apalagi diatas gambar.

Pada saat mendorong rakel, sebaiknya rakel agak dimiringkan kira-kira 60° sampai 70°. tujuannya adalah agar lebih ringan dan permukaan screen bersih dari tinta.

D. Membersihkan bidangan/screen

Setelah proses penyablonan selesai dan tidak akan dipakai lagi, mak bidangan/screen harus segera dibersihkan supaya dapat dipakai untuk menyablon benda lainnya

Untuk membersihkan bidangan/screen dari obat afdruk kita gunakan bayklin yaitu dengan cara menuangkan bayklin secukupnya dan diratakan diatas dan bagian bawah bidangan/scren tunggu kira-kira 10 menit lalu siram dengan air. setelah bersih bidangan/screen siap kembali untuk digunakan mengafdruk film yang lain



      Demikiaan cara praktis menyablon yang bagas posting. semoga ilmu ini bermanfaat bagi para pembaca

Senin, 22 September 2014


Posting hari ini tentang 

Tutorial Nikon D3100: Pengenalan Camera Body

Ini posting

Bagian Kamera Nikon D3100 I

Tutorial Nikon D3100: Pengenalan Camera Body

Penjelasan Bagian Kamera Nikon D3100 I

1. Mode Dial
2. Release-Mode Selector
3. Info (Information) Button
4. Exposure Compensation Button
5. Shutter Release Button
6. Power Switch
7. AF-Assist Illuminator, Self-Timer Lamp, Red-Eye Reduction Lamp
8. Body Cap
9. CPU Contacts
10. Built In Flash
11. Flash Mode Button, Flash Compensation Button
12. Pocal Plane Mark
13. Eyelet For Camera Strap
14. Microphone
15. Connector Cover
16. Fn (Function) Button
17. Mounting Mark
18. Lens Release Button
19. Mirror
20. Lens Mount
21. Accesory Hoe Cover
22. Accesory Hoe (For Optional Flash Units)
23. Accesory Terminal
24. USB Connector (To PC and Printer)
25. HDMI Mini-Pin Connector
26. A/V Connector

Bagian Kamera Nikon D3100 II

Tutorial Nikon D3100: Pengenalan Camera Body

Penjelasan Bagian Kamera Nikon D3100 II

1. Viewfinder Eyepiece
2. Rubber Eyecup
3. Monitor, Viewing Settings, Live Vew, Viewing Pictures, Full-Frame Playback
4. Playback Button
5. Menu Button
6. (Thumbnail/Playback Zoom Out) Button
7. (Playback Zoom In) Button
8. (Information) Edit Button
9. Tripod Socket
10. Diopter Adjustment Control
11. (AE-L/AE-F) Button, Protection Button
12. Command Dial
13. Live View Switch
14. Movie-Record Button
15. Memory Card Slot Cover
16. Multi Selector 
17. OK Button
18. Memory Card Access Lamp 
19. Speaker
20. Power Connector for Optional Power Connector
21. Battery-Chamber Cover Latch
22. Battery-Chamber Cover
23. Delete Button, Deleting Picture During Playback  

Sabtu, 20 September 2014

7 PANDUAN MEMBELI KAMERA DSLR untuk PEMULA (By : Bagas Graffator)

7 PANDUAN MEMBELI KAMERA DSLR untuk PEMULA

Trend fotografi saat ini semakin meluas, demikian pula pilihan jenis kamera digital semakin banyak. Bagi yang senang berburu foto dengan hasil maksimal, jenis kamera digital DSLR cocok digunakan.

Membeli kamera DSLR (Digital Single Lens Reflect) perlu pertimbangan jeli, khususnya untuk pemula yang memiliki budget terbatas. Karena kamera pertama yang dimiliki akan menentukan pilihan asesoris selanjutnya. 



Berikut kami ulas panduan untuk memilih DSLR yang cocok untuk kebutuhan.

1. Kebutuhan dan Budget                                                                                                                 Membeli kamera DSLR sesuai dengan kebutuhan adalah hal yang bijak. Jangan memaksakan diri mebeli yang canggih fiturnya padahal kita tidak membutuhkan fitur tersebut untuk keseharian. Untuk pemula disarankan untuk mencari dengan budget tidak terlalu mahal. Agar kelak jika sudah mahir baru mencari yang lebih handal.

2. Sensor                                                                                                                                          Perhatikan Ukuran sensor yang digunakan untuk menangkap gambar. Walaupun banyak sekali variasi ukuran, umumnya terbagi dalam 3 kategori, yaitu FullFrame, APS-C dan Four-Thirds.

===Kamera DSLR full frame adalah semua kamera DSLR yang menggunakan ukuran sensor yang sama dengan ukuran film analog. Jadi apa yang dilihat di viewfinder, itulah hasil fotonya. Tanpa ada yang dikurangi atau istilah fotografinya di "crop".

===Kamera sensor APS-C memiliki ukuran sensor lebih kecil. Konswekuensinya ada bagian foto yang hilang atau di crop. Keuntungannya harga menjadi lebih murah dan body lebih ringan.

===Yang ke tiga kamera sensor Four-Thirds. Jenis ini yang sedang menjadi trend saat ini. Dengan ukuran sensor lebih kecil dari APS-C, bodynya menjadi lebih kecil pula dan tentu lebih ringan dan mudah dibawa kemana-mana tanpa banyak mengurangi kualitas gambar yang dihasilkan.

===Contoh kamera full frame: Canon 5D mark III, Nikon D600, Nikon D700, Nikon D800, Nikon D4, Sony A99.

===Contoh kamera crop sensor APS-C : Canon 600D/650D/60D/7D, Nikon D3000/D3200/D90/D7000, Sony A390, Sony SLT A37/A57.

===Contoh kamera Four-Thirds : Canon EOS-M, Fuji XE-1, Nikon J1/V1, Olympus EPL/EPM/EP, Panasonic GF, Sony NEX.

3. Fitur                                                                                                                                                Resolusi Megapixel

==Apabila berencana ingin mencetak foto dalam ukuran besar, sebaiknya membeli kamera dengan resolusi besar sehingga hasil cetakan foto juga bisa maksimal sesuai yang diinginkan.

==Sebagai gambaran kamera dengan 4 MP bisa menghasilkan cetakan yang bagus ukuran 10R (seperti ukuran sampul majalah).

==Nah kalau hanya sekedar ingin foto-foto dan share ke dunia maya, Megapixel besar tidak terlalu dibutuhkan.

4. ISO                                                                                                                                                      Fitur lainnya pada kamera DSLR yang mungkin perlu diperhatikan adalah pengaturan ISO untuk memotret di tempat gelap. ISO ini berkaitan dengan tingkat sensitifitas sensor pada kamera terhadap cahaya. Semakin besar nilai pada settingan di kamera maka semakin sensitif dan besar cahaya yang didapatkan.

5. Speed/Kecepatan                                                                                                                                Kamera DSLR pemula memiliki kecepatan yang lebih baik daripada kamera saku mahal. Kecepatan diperlukan apabila sering memotret objek bergerak misalnya mobil yang sedang melaju atau menonton konser musik.

6. Anti getar                                                                                                                                          Hal lain yg perlu diperhatikan memilih kamera DSLR adalah antishake systems. Karena gambar yang diambil pada pencahayaan kurang ataupun diambil dari jarak jauh akan rawan menjadi buram (blur) karena gerakan tangan atau kamera yang tidak disengaja. Image Stabilization ini dirancang untuk menghindari hal ini.

7. Ukuran dan Model                                                                                                                         Ukuran kamera DSLR memang besar dan tidak seperti kamera digital biasa. Namun ada pula beberapa kamera DSLR yang ringan dan bisa dibawa kemana-mana saat bepergian. Bahkan seperti diulas di atas, jenis kamera Four-Thirds nyaman dibawa kemana-mana dengan bentuk kecil.

 

Okelah, hanya ini yang dapat saya sampaikan kepada pembaca.. kalau ada kata yang kurang cocok, mohon maaf.. (Bagas Graffator)

Jumat, 19 September 2014

pengertian,kelebihan dan kekurangan pewarna buatan


    Pewarna sintetis merupakan zat aditif yang ditambahkan pada makanan yang bertujuan untuk memperbaiki warna dari makanan. Pewarna sintetis makanan ini pertama kali ditemukan oleh William Henry Perkins pada tahun 1856, dan penggunaannya sudah mulai dikenal sejak tahun 1956. Pewarna sintetis ini terbuat dari bahan-bahan kimia yang beraneka ragam dan memiliki sifat yang stabil. Beberapa jenis pewarna sintetis yang banyak dijual di pasaran dan diijinkan untuk makanan adalah cokelat HT, hijau FCP, tatrazin Cl 19140, sunsetyellow FCF, karmoisin, brilliant blue, ponceau 4R, allura red, quinolone yellow, indigoten, fast green.
Penggunaan pewarna sintetis di industri makanan saat ini sangat besar, hampir 90% industri makanan memilih menggunakan pewarna sintetis. Banyaknya produsen makanan memilih penggunaan pewarna sintetis dikarenakan harga yang terjangkau dan kepraktisannya. Namun, pemerintah memberikan aturan terkait pembatan penggunaan pewarna sintetis ini. Hal ini dikarenakan bagaimanapun pewarna sintetis terbuat dari bahan-bahan kimia yang asing bagi tubuh. Jika pewarna digunakan secara berlebihan maka system kerja tubuh bisa mengalami gangguan karena banyaknya kandungan bahan-bahan kimia asing dalam tubuh. Batasan penggunaan pewarna makanan ini diatur dalam UU Pangan No. 7 tahun 1996.
Penggunaan pewarna sintetis dalam produk pangan mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:
Kelebihan
Kekurangan
  • Harganya lebih terjangkau
  • Warna yang dihasilkan lebih cerah
  • Warna yang dihasilkan lebih stabil terhadap proses pengolahan
  • Lebih praktis dan mudah didapat
  • Memiliki sifat kelarutan yang baik dan mudah tercampur dengan bahan makanan

  • Memiliki resiko tinggi menyebabkan alergi
  • Sering terkontaminasi zat0zat kimia berbahaya
  • Memiliki resiko memicu timbulnya kanker (karsinogenik)
  • Menyebabkan gangguan pada psikologis anak (hiperaktif)
  • Menigkatkan sensitivitas pada penyakit yang disebabkan virus
  • Menyebabkan kerusakan sistem urin

Pewarna alami merupakan pewarna makanan yang berasal dari tanaman yang memiliki kandungan warna tertentu. Penggunaan pewarna alami ini sudah banyak dilakukan oleh nenek moyang kita dan sudah dikenal sejak tahun 1800 hingga sekarang. Proses pembuatan pewarna alami bisa dilakukan dengan beberapa cara diantaranya dengan mencampurkan secara langsung bahan yang mengandung warna ke dalam makanan, mengambil sari dari pewarna dengan cara menghaluskan dan mengambil airnya, atau dengan merebusnya dan di ambil airnya. Pewarna alami ini pada umumnya berasal dari berbagai macam tanaman yang mengandung warna khusus, diantaranya kunyit (kuning), angkak (merah), kluwek (hitam), pandan (hijau), secang (merah jingga), biji cacao (cokelat), bunga telang (biru keunguan).
Meskipun saat ini penggunaan pewarna sintetis sangat banyak, namun pewarna alami tetap banyak yang menggunakan. Beberapa masyarakat masih setia dengan menggunakan pewarna alami karena mereka lebih mementingkan aspek keamanannya, meskipun dengan sedikit proses yang lebih rumit. Penggunaan pewarna alami dalam produk makanan memiliki kelebihan dan kekurangan sebagia berikut:
Kelebihan
Kekurangan
  • Tidak memiliki efek samping bagi kesehatan
  • Mengandung antioksidan dan beberapa vitamin serta nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh
  • Warna cenderung kurang stabil
  • Warna tidak terlalu mencolok (lebih pucat)
  • Warna bisa memudar ketika terjadi pengolahan (pemanasan)
Penggunaan pewarna alami maupun sintetis masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan yang berimbas pada tubuh kita. Ketika menggunakan pewarna sintetis sebaiknya anda membatasi dan lebih hati-hati. Dan lebih baik adalah menggunakan pewarna alami meskipun hasil yang didapatkan kurang optimal, tapi kasehatan anda lebih terjaga.

kelebihan dan kekurangan warna alami

kelebihannya : pewarna alami sehat digunakan dalam jangka waktu yang lama. baik untuk kesehatan dan alat pencernaan.
kekurangannya : pewarna alami warnanya tidak terlalu mencolok. sehingga banyak orang lebih senang menggunakan pewarna buatan yang harganya lebih murah, mudah didapat dan hasilnya lebih menarik. namun, pewarna buatan tidak bagus dikonsumsi. karena dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan lain-lain.

Pengertian dan macam-macam pewarna alami

 


Pewarna Alami
Pewarna alami merupakan zat warna yang berasal dari ekstrak tumbuhan (seperti bagian daun, bunga, biji), hewan dan mineral yang telah digunakan sejak dahulu sehingga sudah diakui bahwa aman jika masuk kedalam tubuh. Pewarna alami yang berasal dari tumbuhan mempunyai berbagai macam warna yang dihasilkan, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti jenis tumbuhan, umur tanaman, tanah, waktu pemanenan dan faktor-faktor lainnya. Oleh karena itu, Food and Drugs Administration (FDA) Amerika Serikat menggolongkan zat warna alami ke dalam golongan zat pewarna yang tidak perlu mendapat sertifikasi atau dianggap masih aman. Jenis-jenis zat pewarna alami yang banyak digunakan dalam industri pangan antara lain ialah zat pewarna asal tanaman, seperti karotenoid, antosianin, klorofil dan curcumin.
Berdasarkan sumbernya, zat pewarna alami dibagi atas:
1. Zat pewarna alami yang berasal dari tanaman, seperti: antosianin, karotenoid, betalains, klorofil, dan kurkumin.
2. Zat pewarna alami yang berasal dari aktivitas mikrobial, seperti: zat pewarna dari aktivitas Monascus sp, yaitu pewarna angkak dan zat pewarna dari aktivitas ganggang.
3. Zat pewarna alami yang berasal dari hewan dan serangga, seperti: Cochineal dan zat pewarna heme.
Berdasarkan komponen zat pewarnanya, pewarna alami dapat dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu:
a. Karotenoid: isoprenoid dan derivatnya.
b. Klorofil dan senyawa heme: pigmen porphyrin.
c. Antosianin: 2-fenilbenzopyrylium dan derivatnya.
d. Pewarna tumbuhan lainnya: betalains, cochineal, riboflavin dan kurkumin.
e. Melanoidin dan karamel: terbentuk selama proses pemanasan dan penyimpanan.
Keuntungan dalam penggunaan pewarna alami adalah tidak adanya efek samping bagi kesehatan. Selain itu, beberapa pewarna alami juga dapat berperan sebagai bahan pemberi flavor, zat antimikrobia, dan antioksidan. Namun penggunaan zat pewarna alami dibandingkan dengan zat pewarna sintetis memiliki kekurangan, yaitu pewarnaannya yang lemah, kurang stabil dalam berbagai kondisi, aplikasi kurang luas dan cenderung lebih mahal.
imagesyfbty
Pewarna Sintetik
Karena kekurangan yang dimiliki oleh zat pewarna alami, beberapa produsen memilih untuk menggunakan pewarna sintesis. Zat pewarna sintesis merupakan zat warna yang berasal dari zat kimia, yang sebagian besar tidak dapat digunakan sebagai pewarna makanan karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan terutama fungsi hati di dalam tubuh kita.
Proses pembuatan zat warna sintesis biasanya melalui penambahan asam sulfat atau asam nitrat yang sering kali terkontaminasi oleh arsen atau logam berat lain yang bersifat racun. Pada pembuatan zat pewarna organic sebelum mencapai produk akhir,harus melalui suatu senyawa antara dulu yang kadang-kadang berbahaya dan sering kali tertinggal dalam hasil akhir, atau berbentuk senyawa-senyawa baru yang berbahaya. Untuk zat pewarna yang dianggap aman, ditetapkan bahwa kandungan arsen tidak boleh lebih dari 0,00014 persen dan timbal tidak boleh lebih dari 0,001 persen, sedangkan logam berat lainnnya tidak boleh ada
Minimnya pengetahuan produsen mengenai zat pewarna untuk bahan pangan, menimbulkan penyalahguanaan dalam penggunaan zat pewarna sintetik yang seharusnya untuk bahan non pangan digunakan pada bahan pangan. Hal ini diperparah lagi dengan banyaknya keuntungan yang diperoleh oleh produsen yang menggunakan zat pewarna sintetik (harga pewarna sintetik lebih murah dibandingkan dengan pewarna alami ). Ini sungguh membahayakan kesehatan konsumen, terutama anak-anak yang sangat menyukai bahan pangan yang berwarna-warni.
Contoh-contoh zat pewarna sintesis yang digunakan antara lain indigoten, allura red, fast green, tartrazine.
Kelarutan pewarna sintetik ada dua macam yaitu:
1. Dyes
Merupakan zat warna yang larut air dan diperjual belikan dalam bentuk granula, cairan, campuran warna dan pasta. Biasanya digunakan untuk mewarnai minuman berkarbonat, minuman ringan, roti, kue-kue produk susu, pembungkus sosis, dan lain-lain.
2. Lakes
Merupakan pigmen yang dibuat melalui proses pengendapan dari penyerapan dye pada bahan dasar, biasa digunakan pada pelapisan tablet, campuran adonan kue, cake dan donat.
Perbedaan antara pewarna alami dan pewarna buatan
Bahan pewarna alami maupun buatan digunakan untuk memberi warna yang lebih menarik pada makanan. Biasanya orang menggunakan bahan pewarna alami karena lebih aman dikonsumsi daripada bahan pewarna buatan. Bahan alami tidak memiliki efek samping atau akibat negatif dalam jangka panjang. Adapun pewarna buatan dipilih karena memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan zat pewarna alami. Tabel berikut ini menunjukkan perbedaan kedua jenis pewarna tersebut.
Tabel Perbedaan pewarna alami dan buatan
Pewarna alami Pewarna buatan
Lebih aman dikonsumsi. Kadang-kadang memiliki efek negatif tertentu.
Warna yang dihasilkan kurang stabil, mudah berubah oleh pengaruh tingkat keasaman tertentu. Dapat mengembalikan warna asli, kestabilan warna lebih tinggi, tahan lama, dan dapat melindungi vitamin atau zat-zat makanan lain yang peka terhadap cahaya selama penyimpanan.
Untuk mendapatkan warna yang bagus diperlukan bahan pewarna dalam jumlah banyak. Praktis dan ekonomis
Keanekaragaman warnanya terbatas Warna yang dihasilkan lebih beraneka ragam.
Tingkat keseragaman warna kurang baik Keseragaman warna lebih baik.
Kadang-kadang memberi rasa dan aroma yang agak mengganggu. Biasanya tidak menghasilkan rasa dan aroma yang mengganggu.

Efek negative dari mengonsumsi pewarna sintesis

Hiperaktivitas adalah suatu kondisi ketika anak mengalami kesulitan untuk memusatkan perhatian dan mengontrol perilaku mereka.
Pada bulan November 2007, sebuah hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal medis terkemuka Lancet mengungkapkan bahwa beberapa zat pewarna makanan meningkatkan tingkat hiperaktivitas anak-anak usia 3-9 tahun. Anak-anak yang mengkonsumsi makanan yang mengandung pewarna buatan selama bertahun-tahun lebih berisiko menunjukkan tanda-tanda hiperaktif. Selain risiko hiperaktif, sekelompok sangat kecil dari populasi anak (sekitar 0,1%) juga mengalami efek samping lain seperti: ruam, mual, asma, pusing dan pingsan.
Berikut adalah beberapa jenis pewarna buatan yang populer dan efek samping yang ditimbulkan:
1. Tartrazine (E102 atau Yellow 5)
Tartrazine adalah pewarna kuning yang banyak digunakan dalam makanan dan obat-obatan. Selain berpotensi meningkatkan hiperaktivitas anak, pada sekitar 1- 10 dari sepuluh ribu orang , tartrazine menimbulkan efek samping langsung seperti urtikaria (ruam kulit), rinitis (hidung meler), asma, purpura (kulit lebam) dan anafilaksis sistemik (shock). Intoleransi ini tampaknya lebih umum pada penderita asma atau orang yang sensitif terhadap aspirin.
2. Sunset Yellow (E110, Orange Yellow S atau Yellow 6)
Sunset Yellow adalah pewarna yang dapat ditemukan dalam makanan seperti jus jeruk, es krim, ikan kalengan, keju, jeli, minuman soda dan banyak obat-obatan. Untuk sekelompok kecil individu, konsumsi pewarna aditif ini dapat menimbulkan urtikaria, rinitis, alergi, hiperaktivitas, sakit perut, mual, dan muntah.
Dalam beberapa penelitian ilmiah, zat ini telah dihubungkan dengan peningkatan kejadian tumor pada hewan dan kerusakan kromosom, namun kadar konsumsi zat ini dalam studi tersebut jauh lebih tinggi dari yang dikonsumsi manusia. Kajian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak menemukan bukti insiden tumor meningkat baik dalam jangka pendek dan jangka panjang karena konsumsi Sunset Yellow.
3. Ponceau 4R (E124 atau SX Purple)
Ponceau 4R adalah pewarna merah hati yang digunakan dalam berbagai produk, termasuk selai, kue, agar-agar dan minuman ringan. Selain berpotensi memicu hiperaktivitas pada anak, Ponceau 4R dianggap karsinogenik (penyebab kanker) di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, Norwegia, dan Finlandia. US Food and Drug Administration (FDA) sejak tahun 2000 telah menyita permen dan makanan buatan Cina yang mengandung Ponceau 4R. Pewarna aditif ini juga dapat meningkatkan serapan aluminium sehingga melebihi batas toleransi.
4. Allura Red (E129)
Allura Red adalah pewarna sintetis merah jingga yang banyak digunakan pada permen dan minuman. Allura Red sudah dilarang di banyak negara lain, termasuk Belgia, Perancis, Jerman, Swedia, Austria dan Norwegia.
Sebuah studi menunjukkan bahwa reaksi hipersensitivitas terjadi pada 15% orang yang mengkonsumsi Allura Red. Dalam studi itu, 52 peserta yang telah menderita gatal-gatal atau ruam kulit selama empat minggu atau lebih diikutkan dalam program diet yang sama sekali tidak mengandung Allura Red dan makanan lain yang diketahui dapat menyebabkan ruam atau gatal-gatal. Setelah tiga minggu tidak ada gejala, para peserta kembali diberi makanan yang mengandung Allura Red dan dimonitor. Dari pengujian itu, 15% kembali menunjukkan gejala ruam atau gatal-gatal.
5. Quinoline Yellow (E104)
Pewarna makanan kuning ini digunakan dalam produk seperti es krim dan minuman energi. Zat ini sudah dilarang di banyak negara termasuk Australia, Amerika, Jepang dan Norwegia karena dianggap meningkatkan risiko hiperaktivitas dan serangan asma.
Cara yang dapat dilakukan untuk menghindari penggunaan zat warna buatan dalam produk makanan adalah sebagai berikut:
1. Setiap kali membeli produk makanan, baca jenis dan jumlah pewarna yang digunakan dalam produk tersebut.
2. Perhatikan label pada setiap kemasan produk. Pastikan di label itu tercantum izin dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yang tertulis: “POM dan Nomor izin pendaftaran”. Atau jika produk tersebut hasil industri rumah tangga maka harus ada nomor pendaftarannya yang tertulis : “ P-IRT dan nomor izin pendaftaran”.
3. Untuk produk makanan yang tidak dikemas secara khusus, sebaiknya pilih makanan atau minuman yang warnanya tidak terlalu mencolok, karena kemungkinan warna tersebut berasal dari bahan pewarna bukan makanan (non food grade) seperti pewarna tekstil.

Kamis, 18 September 2014

5 cara mengetur kamera sebelum menekan tombil shutter (By; Bagas Graffator)

5 cara menyeting kamera, sebelum jari menekan tombol Shutter



Secara mendasar, ada 5 setting di kamera digital anda yang harus selalu diperiksa sebelum jari memencet tombol shutter pertama kali dalam sebuah sesi pemotretan. Silahkan:

1. Periksa Settingan White Balance Anda

Settingan White Balance
Gunakan settingan white balance yang sesuai dengan kondisi, atau kalau anda percaya dengan kamera, set white balance di posisi auto. Baca lebih jauh tentang white balance.

2. Hidupkan Highlight Warning Kamera

Highlight Warning
Tips ini ampuh untuk menghindari foto yang overexposure. Highlight warning adalah penanda yang muncul di layar LCD kamera saat ada bagian foto yang terbakar alias overexposed. Selain menggunakan highlight warning, anda juga bisa memeriksa histogram di LCD kamera digital anda.

3. Periksa Setting ISO

Settingan ISO
Settingan ISO menentukan seberapa peka sensor kamera terhadap cahaya, makin tinggi angkanya semakin peka. Kalau tadi malam anda memotret pesta ulang tahun teman anda di restoran, pastinya ISO yang digunakan akan berbeda dengan setting ISO saat akan digunakan untuk memotret acara gerak jalan dijalan raya.
Baca lebih jauh mengenai ISO disini.

4. Periksa Setting Ukuran dan Format Foto

Ukuran foto
Memotret ribuan foto sekaligus, seperti misalnya saat anda hunting di kebun binatang (baca tips memotret di kebun binatang), tentunya membutuhkan pengaturan ukuran foto yang berbeda dibandingkan memotret keluarga di studio misalnya, apalagi jika kartu memori yang anda miliki kapasitasnya berbeda.
Format foto, apakah harus memilih JPG atau RAW juga wajib dipertimbangkan sebelum sesi foto anda dimulai.

5. Periksa Settingan Mode Exposure Kamera

Setting mode eksposure
Dalam kamera SLR atau pocket, biasanya tersedia beberapa pilihan untuk mode eksposur yang anda pilih: Manual – Aperture PriorityShutter PriorityMode Program dan beberapa preset bawaan kamera digital. Pastikan anda sudah mengetahui mode mana yang akan anda pilih.
Lakukan 5 persiapan diatas, maka acara hunting, sesi memotret maupun iseng-iseng memotret acara di RT anda akan lebih lancar dan anda juga akan terlihat lebih jago lagi...

sekian dulu ya.. dan masu banyak lagi yang akan saya bagikan ke anda sekalian...