Selasa, 03 Maret 2015

Cara membuat maskot, Menggunakan (Coreldraw Tutorial)

 Kali ini saya akan memberikan sedikit bagaimana cara membuat atau mendesain MASKOT. ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam men-desain.. hal yang pertama kita harus bisa menemukan ide kreatif, tentang apa yang mau kita buat. hal yang ke dua, kita harus menguasai beberapa tool-tool yang ada di software khusus desain seperti photoshop, coreldraw, adobe in design, adobe ilustrstor, dan software lain nya, hal yang ke tiga, kita mampu memberi alasan, penjelasan, mengenai desain yang kita buat, yang terpenting, kita bisa menerima kritikan, ejekan orang lain mengenai desain kita...

 oke,, langsung saja, ini tutorial nya....
!
1. kita jalan kan komputer kita. yaa, apa bila komputer kita dalam keadaan mati..


 2. lalu, klik star + all program + pilih software Coreldraw. (Seperti gambar)


3. tunggu sampai software CorelDraw terbuka dengan muncul nya tampilan di jendela komputer anda.


4. kamu pilih File+Klik New pada menubar di software CorelDraw kamu.



 5. Secara otomatis Coreldraw akan memunculkan tampilan untuk ukuan dan jenis kertas.
bagian ini terserah anda mau buat jenis dan ukuran kertas apa...

 6. Lembar kerja akan muncul..

 7. kamu pilih Ellipse tool (f7) dan tarik sesuai ukuran di lembar kerja.  cara menngandakan ellipse tool tadi dengan klik CTRL+D / CTRL+C+V untuk mengcopy paste.
8. Saya langsung membuat ke bagian badan dengan ellipse tool memenjang ke bawah, lalu klik CTRL+D kamu













Kamis, 06 November 2014

CARA DAN LANGKAH LANGKAH PENYABLONAN MANUAL.. (by Bagas)

http://konveksiindonesia99.files.wordpress.com/2012/10/sablon-kaos-separasi1.jpg  https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimTFhyFYIYKVqjcOEe0l6Eo4stIWHJJdNR-giX50oP5ljQBqBas0NIW1OhDZAZWLNpiYpC0-TqPf-zwAbPDKOiAzrEz6MNS6WSHrJXFpev-CAIqtwWb2XWFQw3km5dAOfpZI6zA-im0T89/s1600/KAOSdtgA3-2.jpg  https://asmaraadi39.files.wordpress.com/2013/06/dsc00811_001.jpg  https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZWtbpT0HuGNlEjW2qP4IJggkGaU8I1pKP5wPDyGLw8xeACP4bK2niHgsL4yYuqUGb5fvsmclYXdi0OL1_ChiCsugvyXJYgyqznTXcuEeZJrK4zxEn2_N5p9i-otaBxt9V3UXbSj8vyv2Q/s1600/sablon+kaos+polos+satuan+surabaya.jpg  



1. ALAT-ALAT DAN BAHAN BAHAN PELENGKAP
    YANG DIBUTUHKAN DALAM PROSES PENYABLONAN

A. Alat-alat dan kelengkapannya.
1. Meja Cetak
      Meja cetak merupakan salah satu alat utama dalam proses penyablonan, meja cetak harus dibuat dari bahan kayu yang berkualitas baik. tudak mudah berubah dan kuat, tentang ukuran meja cetak, tergantung pada kebutuhan, jika meja cetak itu hanya untuk mencetak benda-benda yang kecil, seperti bungkus kopi, bungkus kacang atau undangan yang kecil, maka mejanyapun cukup yang kecil. Tetapi kalu meja cetak itu digunakan untuk mencetak benda-benda yang besar, maka ukurannyapun harus besar. Untuk memperoleh gambaran ukuran meja cetak kita dapat membandingkan dengan ukuran bingkai screen yang akan dipergunakan

2. Bingkai/Screen
    Dalam proses penyablonan peranan /bingkai sangat dominan sekali karena di bingkai itulah diletakan kain gasa/monil yang berisi gambar yang akan dicetak, gabungan antara bingkai dan kain gasa/monil (screen) itu disebut juga klise sablon.
untuk memperoleh hasil penyablonan yang baik, maka bingkai itu haruslah maka bingkai tersebut haruslah terbuat dari  bahan yang baik.
contoh ukuran bingkai/screen
        30cm  x 40 cm
3. Penyaput/Rakel
Penyaput adalah alat khusus dibuat untuk meratakan cat atau tinta di bidangan, sehingga gambar yang ada di bidangan dapat dipindahkan ke bahan yang akan disablon. Dalam istilah penyablonan, penyaput disebut juga RAKEL.
Ini merupakan penyaput yang terbuat dari kayu ditambah karet sintetik. karet sintetik ini memang sengaja dibuat khusus, sehingga mampu bertahan terhadap gesekan-gesekan dan larutan minyak, sedangkan kekuatannya biasanya 5 bulan bisa dipakai non-stop, untuk mendapatkan hasil yang memuaskan maka ujung karet penyaput harus selalu dijaga karataan dan kelurusannya, apabila karetnya tidak rata maka hasil sablonnyapun tidak rata
Perlu diingat bahwa alat penyaput/rakel ini harus senantiasa dijaga kebersihannya, setiap kali selesai digunakan harus dibersihkan dari tinta sampai benar-benar bersih hal ini untuk menjaga agar awet dan dalam penggunaan selanjutnya tidak mempengaruhi warna tinta apabila warna tintanya lain dari sebelumnya.

B. Bahan Pelengkap.
Sesuai dengan kegunaannya, ada tiga jenis obat yang digunakan dalam usaha cetak sablon
1. Obat afdruk
2. Obat penghapus
3. Obat penguat

Untuk memperoleh hasil yang baik dan sempurna, kita harus mengetahui cara penggunaan dari masing-masing obat tersebut.
1. Obat afdruk.
Fungsi obat ini adalah untuk menjadikan kain gasa yang bersifat peka cahaya dengan bantuan cahaya matahari atau lampu pijar. tujuannya adalah memungkinkan pemindahan gambar desain dari film ke kain gasa tersebut.
Karena obat-obatan pengafdruk itu peka cahaya, maka dalam penggunaannya haruslah dilakukan di dalam ruang gelap. salah satu jenis obat afdruk yaitu “DEIMA” Obat ini terdiri dari dua macam lalu dicampur dengan perbandaingan satu sendok makan dengan 3/4 tetes larutan tyang berwarna kemerahan.
2. Obat penghapus
Yang dimaksud dengan obat penghapus disini adalah obat-obat yang dipakai untuk menghapus/membersihkan bekas-bekas gambar dari kain gasa, supaya bisa dipakai untuk menggambar yang lainnya.
Dalam penghapusan gambar lama, hendaklah dilakukan dengan sebaik-baiknya dan sebersih-bersihnya, sebab jika penghapusan itu kurang sempurna
 akibatnya :
- Daya rekat gambar menjadi buruk
- Kekuatan gambar pada kain gasa tidak tahan lama, cepat rusak
- Daerah gambar menjadi buntu/mampet
Untuk menghapus/membersihkan bekas-bekas pada kain gasa tersebut, dipakai obat-obatan penghapus sebagai berikut :
-  Soda api
-  Bayklin

3. Obat penguat

Obat penguat disebut  juga sebagai obat pelindung yang berfungsi memperkuat klise gambar yang telah diafdruk. Obat penguat ini biasanya digunakan untuk mencetak plastik atau kain untuk jumlah yang banyak jadi apabila hanya mencetak dalam jumlah sedikit obat ini tidak perlu digunakan.

5. Tinta/Cat Sablon

Dalam proses penyablonan tak terlepas dari penggunaan cat. penggunaan cat yang sesuai akan memberikan hasil yang memuaskan, sebaliknya bila penggunaan tinta/cat sablon yang tidak cocok maka hasilnyapun akan kurang baik.

1. Tinta/cat sablon untuk kertas
Kertas banyak macamnya, tergantung jenis dan kualitasnya, antaralain:
- Kertas HVS
- Kertas Koran
- Kertas Karton
- Kertas Kundsdruk
- dll
ini dapat menggunakan tinta khusus kertas contohnya tinta merk Cylon dan tinta ini dapat diencerkan dengan reducer yaitu M3 untuk pencampuannya disesuaikan dengan jenis kertasnya.

2. Tinta/cat sablon untuk plastik
Tinta untuk plastik pada dasarnya dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
- Jenis PE (Poly-Ethylene)
Tanda-tandanya : warna agak kusam, dan kalau dipegang terasa lemas.
- Jenis PP (Poly-Propphylene)
Tanda-tandanya : warna agak terang, dan kalau dipegang agak kaku dan berkresek, daya tahannya lebih kuat daripada plastik PE.

Tinta yang biasanya dipakai untuk menyablon plastik adalah tinta khusus plastik, yaitu FINE INK.
Cara pemakaian fine ink ini adalahdengan dicampur minyak tanah dengan perbandingan :
            Fine ink : Minyak Tanah = 1 : 0.5
Selain dengan minyak tanah juga dapat dengan M4/Terpin, dengan M4/terpin ini akan mendapatkan hasil yang lebih cepat kering dibandingkan dengan minyak tanah.

3. Tinta/cat sablon untuk kain
a. Pasta medium
Pasta medium umumnya digunakan untuk bahan warna muda untuk kaos sapanduk.
b. Raber White
Cat sablon kain ini digunakan pada kain yang berwarna gelap/tua
c. GL Netral
e  Pigmen/Pewarna
pigmen/pewarna ini digunakan untuk memberikan warna sesuai kebutuhan karena semua tinta/ cat sablon kain masih berwarna putih





2. PROSES PENYABLONAN


A. Membuat film/pola gambar
Klise/pola gambar dibutuhkan untuk membuat gambar dibdangan/screen dalam pembuatan film/pola gambar kita dapat menggunakan kertas kalkir atau kertas HVS dan film/pola gambar itu sesuai selera diri sendiri atau sesuai pesanan. tapi dijaman modern seperti sekarang ini pembuatan jarang yang menggambar pola atau membuat film dengan guratan tangan kebanyakan sudah memakai komputer untuk membuat film/pola gambar kalau kita belum mempunyai komputer maka jalan lain untuk mendapatkan film/pola gambar dengan cara memesan pada orang lain (tempat seting)

B. Mengafdruk
Yang dimaksud mengafdruk disini adalah memindahkan gambar yang ada di film/pola gambar ke kain gasa/screen.
berikut alat-alat dan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam proses pengafdrukan :
- Mangkok dan sendok
- Mika/penggaris
- Film
- Kaca bening
- Busa
- Papan
- Air
- Semprotan
- Screen
- Hairdrayer

Proses Pengafdrukan
1. Buatlah campuran obat afdruk (deima) didalam mangkok.
2. Saputkan obat afdruk diatas screen setelah rata lalu keringkan dengan hairdryer  atau dengan dipanggang diatas kompor Gas/Minyak dengan jarak antara screen dan api ± 25 cm
3. Setelah kering maka dimulailah proses pengafdrukan, mika film yang berisi gambar diletakan diatas screen dengan posisi film terbalik. atasnya diberi  kaca bening 5 cm, jadi posisi film antara screen dan kaca
3. Kemudian letakan busa sebagai bantalan alas dari bagian dalam dan ditambah papan.
5. buatlah keseimbangan tekanan antara kaca dengan bantalan pengalas
6. sampai disini semua pekerjaan dilakukan didalam ruang tertutup jangan terkena sinar matahari langsung. selanjutnya bawalah bidangan yang sudah di jepit tadi keluar ruangan lalu ditayangkan pada sinar matahari

     PERHATIAN
Lama penyinaran tergantung dari cuaca pada saat mengfdruk.
- Untuk cuaca yang cukup terik, maka lama penyinaran antara 0.5 menit sampai 1 menit.
- Untuk cuaca berawan antara 2 menit.

Lama penyinaran ini mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap hasil afdrukan, Jika penyinarannya terlalu lama maka obat akan terlalu keras sehingga hasil gambar yang diperoleh buntu/sukar tembus, dan jika penyinarannya kurang maka gambar yang dihasilkan mudah rontok, maka jelaslah , bahwa tempo penyinaran itu harus disesuaikan dengan cuaca untuk memperoleh hasil yang sempurna. selain dengan cahaya matahari dapat pula dilakukan pengafdrukan dengan lampu pijar
7. Bidangan/scrreen yang sudah selesai disinari tadi, lalu dibawa masuk kembali kedalam ruangan kemudian lepaskan film dan busanya.
8. kemudian siram dengan air dan cucilah berulang kali dan apabila ada yang tidak jelas atau mampet maka semprotlah dengan semprotan air
9. Setelah bersih lalu dijemur dibawah sinar matahari ini berfungsi untuk mengeringkan screen sekaligus menguatkan hasil afdrukan
10. proses penyempurnaan, yang dimaksud proses penyempurnaan ini adalah jika ada kebocoran maka harus ditutup dengan obat afdruk setelah selesai maka bidangan/screen siap untuk mencetak/menyablon

C. Menyaput
Sebelum pencetakan dimulai, persipkan lebih dahulu segala keperluan yang ada kaitannya dengan pekerjaan pencetakan tersebut yaitu :
- Tinta/cat/pasta disesuaikan dengan sasaran cetak
- Bahan-bahan pelarut untuk tinta/cat/pasta diatas, gunanya ialah apabila terjadi kemampatan pada gambar tersebut.
- Cello tape, sebagai persiapan apabila dalam proses penyablonan terjadi kebocoran.
- Kain pembersih, untuk membersihkan bekas bekas penyablonan, pilihlah kain yang halus.
- Talk untuk membersihkan mengeringkan tangan dari tinta  sablon
- Kertas bekas untuk percobaan
- Bidangan dan rakel
- Bahan-bahan yang akan disablon

Setelah itu semua siap barulah langkah selanjutnya yang dikerjakan yaitu memasang bidangan diatas meja penyaputan(Meja Pengecapan)

Cara memasang bidangan/screen  di meja cetak
a. Bidangan/screen dijepitkan dengan engsel(catok) yang ada dipermukaan meja
b. Cara pemasangan bidangan/screen tadi harus disesuaikan dengan benda yanga akan dicetak

Setelah selesai mengatur persiapan dan pemasangan bidangan/screen, selanjutnya melakukan penyaputan yang baik agar hasil cetak bagus.

Teknik Penyaputan

a. Tuangkan tinta yang sudah siap dipakai ke bidangan/screen jaga jangan samapai mengenai gambarnya.
b. Kemudian turunkan bidangan/scren yang sudah ada catnya merapat ke meja.
c. Caputkan tinta yang ada di bidangan/screen itu dari atas kebawah dengan menggunakan penyaput khusus yang disebut rakel
d. Kemudian bersamaan dengan diangkatnya bidangan/screen ke atas, saputkan cat yang ada dibawah ke atas, agar gambar yang ada pada permukaan kain gasa itu tidak buntu
e. setelah itu taburkan talk pada gambar yang melekat dimeja. usaplah beberapa kali agar kering
f.  buatlah batas untuk benda yang akan disablon Kalo kurang terang lampu yang ada di bawah meja nyalakan.
g. Apabila pekerjaan penyablonan itu ditunda sebentar untuk istirahat, maka gambar yang ada dibidangan itu harus dibersihkan dengan M3
h. Setelah penyablonan selesai bidangan/screen dibersihkan dari tinta sisa penyablonan, yaitu dengan M3 dicampur dengan sabun dan di lanjutkan disram dengan air

CATATAN :
Yang perlu diingat dalam cara menyaput ini adalah cara memegang alat penyaput(rakel) dan caramenekan dan mendorongnya, sebab baik tidaknya hasil sablonan ditentukan dari cara memegang dan menekan rakel.

Cara mendorong rakel dari satu ujung screen ke ujung lainnya hendaklah dengan tekanan yang mantap dan stabil dan tidak boleh dihentikan ditengah-tengah screen, apalagi diatas gambar.

Pada saat mendorong rakel, sebaiknya rakel agak dimiringkan kira-kira 60° sampai 70°. tujuannya adalah agar lebih ringan dan permukaan screen bersih dari tinta.

D. Membersihkan bidangan/screen

Setelah proses penyablonan selesai dan tidak akan dipakai lagi, mak bidangan/screen harus segera dibersihkan supaya dapat dipakai untuk menyablon benda lainnya

Untuk membersihkan bidangan/screen dari obat afdruk kita gunakan bayklin yaitu dengan cara menuangkan bayklin secukupnya dan diratakan diatas dan bagian bawah bidangan/scren tunggu kira-kira 10 menit lalu siram dengan air. setelah bersih bidangan/screen siap kembali untuk digunakan mengafdruk film yang lain



      Demikiaan cara praktis menyablon yang bagas posting. semoga ilmu ini bermanfaat bagi para pembaca

Senin, 22 September 2014


Posting hari ini tentang 

Tutorial Nikon D3100: Pengenalan Camera Body

Ini posting

Bagian Kamera Nikon D3100 I

Tutorial Nikon D3100: Pengenalan Camera Body

Penjelasan Bagian Kamera Nikon D3100 I

1. Mode Dial
2. Release-Mode Selector
3. Info (Information) Button
4. Exposure Compensation Button
5. Shutter Release Button
6. Power Switch
7. AF-Assist Illuminator, Self-Timer Lamp, Red-Eye Reduction Lamp
8. Body Cap
9. CPU Contacts
10. Built In Flash
11. Flash Mode Button, Flash Compensation Button
12. Pocal Plane Mark
13. Eyelet For Camera Strap
14. Microphone
15. Connector Cover
16. Fn (Function) Button
17. Mounting Mark
18. Lens Release Button
19. Mirror
20. Lens Mount
21. Accesory Hoe Cover
22. Accesory Hoe (For Optional Flash Units)
23. Accesory Terminal
24. USB Connector (To PC and Printer)
25. HDMI Mini-Pin Connector
26. A/V Connector

Bagian Kamera Nikon D3100 II

Tutorial Nikon D3100: Pengenalan Camera Body

Penjelasan Bagian Kamera Nikon D3100 II

1. Viewfinder Eyepiece
2. Rubber Eyecup
3. Monitor, Viewing Settings, Live Vew, Viewing Pictures, Full-Frame Playback
4. Playback Button
5. Menu Button
6. (Thumbnail/Playback Zoom Out) Button
7. (Playback Zoom In) Button
8. (Information) Edit Button
9. Tripod Socket
10. Diopter Adjustment Control
11. (AE-L/AE-F) Button, Protection Button
12. Command Dial
13. Live View Switch
14. Movie-Record Button
15. Memory Card Slot Cover
16. Multi Selector 
17. OK Button
18. Memory Card Access Lamp 
19. Speaker
20. Power Connector for Optional Power Connector
21. Battery-Chamber Cover Latch
22. Battery-Chamber Cover
23. Delete Button, Deleting Picture During Playback  

Sabtu, 20 September 2014

7 PANDUAN MEMBELI KAMERA DSLR untuk PEMULA (By : Bagas Graffator)

7 PANDUAN MEMBELI KAMERA DSLR untuk PEMULA

Trend fotografi saat ini semakin meluas, demikian pula pilihan jenis kamera digital semakin banyak. Bagi yang senang berburu foto dengan hasil maksimal, jenis kamera digital DSLR cocok digunakan.

Membeli kamera DSLR (Digital Single Lens Reflect) perlu pertimbangan jeli, khususnya untuk pemula yang memiliki budget terbatas. Karena kamera pertama yang dimiliki akan menentukan pilihan asesoris selanjutnya. 



Berikut kami ulas panduan untuk memilih DSLR yang cocok untuk kebutuhan.

1. Kebutuhan dan Budget                                                                                                                 Membeli kamera DSLR sesuai dengan kebutuhan adalah hal yang bijak. Jangan memaksakan diri mebeli yang canggih fiturnya padahal kita tidak membutuhkan fitur tersebut untuk keseharian. Untuk pemula disarankan untuk mencari dengan budget tidak terlalu mahal. Agar kelak jika sudah mahir baru mencari yang lebih handal.

2. Sensor                                                                                                                                          Perhatikan Ukuran sensor yang digunakan untuk menangkap gambar. Walaupun banyak sekali variasi ukuran, umumnya terbagi dalam 3 kategori, yaitu FullFrame, APS-C dan Four-Thirds.

===Kamera DSLR full frame adalah semua kamera DSLR yang menggunakan ukuran sensor yang sama dengan ukuran film analog. Jadi apa yang dilihat di viewfinder, itulah hasil fotonya. Tanpa ada yang dikurangi atau istilah fotografinya di "crop".

===Kamera sensor APS-C memiliki ukuran sensor lebih kecil. Konswekuensinya ada bagian foto yang hilang atau di crop. Keuntungannya harga menjadi lebih murah dan body lebih ringan.

===Yang ke tiga kamera sensor Four-Thirds. Jenis ini yang sedang menjadi trend saat ini. Dengan ukuran sensor lebih kecil dari APS-C, bodynya menjadi lebih kecil pula dan tentu lebih ringan dan mudah dibawa kemana-mana tanpa banyak mengurangi kualitas gambar yang dihasilkan.

===Contoh kamera full frame: Canon 5D mark III, Nikon D600, Nikon D700, Nikon D800, Nikon D4, Sony A99.

===Contoh kamera crop sensor APS-C : Canon 600D/650D/60D/7D, Nikon D3000/D3200/D90/D7000, Sony A390, Sony SLT A37/A57.

===Contoh kamera Four-Thirds : Canon EOS-M, Fuji XE-1, Nikon J1/V1, Olympus EPL/EPM/EP, Panasonic GF, Sony NEX.

3. Fitur                                                                                                                                                Resolusi Megapixel

==Apabila berencana ingin mencetak foto dalam ukuran besar, sebaiknya membeli kamera dengan resolusi besar sehingga hasil cetakan foto juga bisa maksimal sesuai yang diinginkan.

==Sebagai gambaran kamera dengan 4 MP bisa menghasilkan cetakan yang bagus ukuran 10R (seperti ukuran sampul majalah).

==Nah kalau hanya sekedar ingin foto-foto dan share ke dunia maya, Megapixel besar tidak terlalu dibutuhkan.

4. ISO                                                                                                                                                      Fitur lainnya pada kamera DSLR yang mungkin perlu diperhatikan adalah pengaturan ISO untuk memotret di tempat gelap. ISO ini berkaitan dengan tingkat sensitifitas sensor pada kamera terhadap cahaya. Semakin besar nilai pada settingan di kamera maka semakin sensitif dan besar cahaya yang didapatkan.

5. Speed/Kecepatan                                                                                                                                Kamera DSLR pemula memiliki kecepatan yang lebih baik daripada kamera saku mahal. Kecepatan diperlukan apabila sering memotret objek bergerak misalnya mobil yang sedang melaju atau menonton konser musik.

6. Anti getar                                                                                                                                          Hal lain yg perlu diperhatikan memilih kamera DSLR adalah antishake systems. Karena gambar yang diambil pada pencahayaan kurang ataupun diambil dari jarak jauh akan rawan menjadi buram (blur) karena gerakan tangan atau kamera yang tidak disengaja. Image Stabilization ini dirancang untuk menghindari hal ini.

7. Ukuran dan Model                                                                                                                         Ukuran kamera DSLR memang besar dan tidak seperti kamera digital biasa. Namun ada pula beberapa kamera DSLR yang ringan dan bisa dibawa kemana-mana saat bepergian. Bahkan seperti diulas di atas, jenis kamera Four-Thirds nyaman dibawa kemana-mana dengan bentuk kecil.

 

Okelah, hanya ini yang dapat saya sampaikan kepada pembaca.. kalau ada kata yang kurang cocok, mohon maaf.. (Bagas Graffator)

Jumat, 19 September 2014

pengertian,kelebihan dan kekurangan pewarna buatan


    Pewarna sintetis merupakan zat aditif yang ditambahkan pada makanan yang bertujuan untuk memperbaiki warna dari makanan. Pewarna sintetis makanan ini pertama kali ditemukan oleh William Henry Perkins pada tahun 1856, dan penggunaannya sudah mulai dikenal sejak tahun 1956. Pewarna sintetis ini terbuat dari bahan-bahan kimia yang beraneka ragam dan memiliki sifat yang stabil. Beberapa jenis pewarna sintetis yang banyak dijual di pasaran dan diijinkan untuk makanan adalah cokelat HT, hijau FCP, tatrazin Cl 19140, sunsetyellow FCF, karmoisin, brilliant blue, ponceau 4R, allura red, quinolone yellow, indigoten, fast green.
Penggunaan pewarna sintetis di industri makanan saat ini sangat besar, hampir 90% industri makanan memilih menggunakan pewarna sintetis. Banyaknya produsen makanan memilih penggunaan pewarna sintetis dikarenakan harga yang terjangkau dan kepraktisannya. Namun, pemerintah memberikan aturan terkait pembatan penggunaan pewarna sintetis ini. Hal ini dikarenakan bagaimanapun pewarna sintetis terbuat dari bahan-bahan kimia yang asing bagi tubuh. Jika pewarna digunakan secara berlebihan maka system kerja tubuh bisa mengalami gangguan karena banyaknya kandungan bahan-bahan kimia asing dalam tubuh. Batasan penggunaan pewarna makanan ini diatur dalam UU Pangan No. 7 tahun 1996.
Penggunaan pewarna sintetis dalam produk pangan mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:
Kelebihan
Kekurangan
  • Harganya lebih terjangkau
  • Warna yang dihasilkan lebih cerah
  • Warna yang dihasilkan lebih stabil terhadap proses pengolahan
  • Lebih praktis dan mudah didapat
  • Memiliki sifat kelarutan yang baik dan mudah tercampur dengan bahan makanan

  • Memiliki resiko tinggi menyebabkan alergi
  • Sering terkontaminasi zat0zat kimia berbahaya
  • Memiliki resiko memicu timbulnya kanker (karsinogenik)
  • Menyebabkan gangguan pada psikologis anak (hiperaktif)
  • Menigkatkan sensitivitas pada penyakit yang disebabkan virus
  • Menyebabkan kerusakan sistem urin

Pewarna alami merupakan pewarna makanan yang berasal dari tanaman yang memiliki kandungan warna tertentu. Penggunaan pewarna alami ini sudah banyak dilakukan oleh nenek moyang kita dan sudah dikenal sejak tahun 1800 hingga sekarang. Proses pembuatan pewarna alami bisa dilakukan dengan beberapa cara diantaranya dengan mencampurkan secara langsung bahan yang mengandung warna ke dalam makanan, mengambil sari dari pewarna dengan cara menghaluskan dan mengambil airnya, atau dengan merebusnya dan di ambil airnya. Pewarna alami ini pada umumnya berasal dari berbagai macam tanaman yang mengandung warna khusus, diantaranya kunyit (kuning), angkak (merah), kluwek (hitam), pandan (hijau), secang (merah jingga), biji cacao (cokelat), bunga telang (biru keunguan).
Meskipun saat ini penggunaan pewarna sintetis sangat banyak, namun pewarna alami tetap banyak yang menggunakan. Beberapa masyarakat masih setia dengan menggunakan pewarna alami karena mereka lebih mementingkan aspek keamanannya, meskipun dengan sedikit proses yang lebih rumit. Penggunaan pewarna alami dalam produk makanan memiliki kelebihan dan kekurangan sebagia berikut:
Kelebihan
Kekurangan
  • Tidak memiliki efek samping bagi kesehatan
  • Mengandung antioksidan dan beberapa vitamin serta nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh
  • Warna cenderung kurang stabil
  • Warna tidak terlalu mencolok (lebih pucat)
  • Warna bisa memudar ketika terjadi pengolahan (pemanasan)
Penggunaan pewarna alami maupun sintetis masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan yang berimbas pada tubuh kita. Ketika menggunakan pewarna sintetis sebaiknya anda membatasi dan lebih hati-hati. Dan lebih baik adalah menggunakan pewarna alami meskipun hasil yang didapatkan kurang optimal, tapi kasehatan anda lebih terjaga.

kelebihan dan kekurangan warna alami

kelebihannya : pewarna alami sehat digunakan dalam jangka waktu yang lama. baik untuk kesehatan dan alat pencernaan.
kekurangannya : pewarna alami warnanya tidak terlalu mencolok. sehingga banyak orang lebih senang menggunakan pewarna buatan yang harganya lebih murah, mudah didapat dan hasilnya lebih menarik. namun, pewarna buatan tidak bagus dikonsumsi. karena dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan lain-lain.